Rabu, 16 April 2014

Mengenal 'Aturan 80-20' dalam Manajemen

Friday, 14 March 2014  sekitar sebulan yang lalu   (hits 205)


Sebuah aturan baku yang menyatakan bahwa 80% hasil bisa dicapai dengan mengeluarkan 20% sumber daya untuk sebuah upaya. Dalam dunia bisnis, aturan 80-20 ini digunakan untuk membantu para pengusaha dan manajer untuk menemukan masalah-masalah dan menentukan faktor operasional mana yang paling vital dan seharusnya menerima lebih banyak perhatian berdasarkan pada penggunaan sumber daya secara efisien.
Sumber daya seharusnya dialokasikan untuk mengatasi faktor-faktor input yang memiliki peran penting dalam menentukan hasil akhir yang dicapai sebuah perusahaan.
Aturan ini juga dikenal sebagai Prinsip Pareto, prinsip kepadatan faktor dan hukum 'beberapa hal yang amat penting'.
Aturan ini dikembangkan oleh Joseph Juran, seorang sosok di abad ke-20 dalam studi teknik dan prinsip manajemen. Aturan ini sudah dipakai di banyak aspek bisnis .
Sebuah contoh aturan ini di dalam bidang ekonomi ialah bahwa 80% kekayaan total negara dikendalikan 20% rakyat. Meskipun hal ini bisa dijelaskan dengan indeks Gini. (inv/ap)

Perang Harga sebagai Strategi Jitu Menangi Persaingan Bisnis

Friday, 14 March 2014  sekitar sebulan yang lalu   (hits 158)


Perang harga sering menimbulkan kecemasan yang akhirnya menggiring pada persaingan yang tidak sehat. Kondisi ini sering dijumpai di pasar dan menjadi biang keladi kemunduran kualitas produk dan layanan yang dinikmati konsumen.
Tak peduli apakah Anda pengusaha besar atau kecil, persaingan harga pasti sedikit banyak memberi dampak bagi performa usaha.
Jadi mengapa perusahaan-perusahaan melakukannya, bagaimana Anda merespon dan bagaimana mereka hendak memenangkan pertarungan ini? Bila dipakai dengan benar, perang harga bisa menjadi strategi penentuan harga yang lebih efektif.
Menurut pemahaman ala China, perang harga bisa digunakan sebagai strategi yang jitu. Kata pakar strategi perang China kuno Sun Tzu:"Seseorang yang tidak berpikir untuk menang akan bertindak defensif. Mereka yang berpikir akan menang selalu menyerang lebih dulu."
Tujuan perang harga ialah menambah pangsa pasar perusahaan secara cepat dengan menyingkirkan pesaing dari pasar.
Perang harga mulai muncul untuk satu atau dua alasan. Entah perusahaan itu bodoh atau tidak memikirkan akibatnya, setiap pihak pasti akan terluka oleh perang harga.
Kemungkinan lainnya adalah bahwa strategi ini matang dan dieksekusi dengan baik dan ini akan menghasilkan pencapaian tujuan perusahaan.
Yang berikutnya ialah perang harga yang penuh taktik. Kondisi yang harus ada agar terjadi perang harga yang efektif ialah pasar yang masih terus tumbuh dan berkembang, perusahaan yang heterogen, produk bermargin tinggi, teknologi dengan kapabilitas signifikan. Umumnya perusahaan yang memulai perang harga memiliki pangsa pasar kurang dari 50%.
Bagaimana melakukan perang harga yang efektif? Strategi seperti itu biasany berdasarkan pada analisis titik impas yang naik secara reguler atau analisis laba biaya. Strateginya ialah menggunakan margin yang masih positif pada produk bisnis. Mereka mengantisipasi pertumbuhan pangsa pasar dan kemudian menggunakan biaya variabel yang lebih rendah per unitnya per bolster margin kotornya. Pertimbangan lainnya ialah estimasi titik impas pesaing. Perusahaan yang memulai perang harga ingin menentukan harga produk di atas titik impas para pesaingnya tetapi di bawah titik impas para pesaing.
Bagaimana merespon perang harga? Kenalilah perang harga dengan cepat. Ini penting karena banyak orang berpikir bahwa sesuatu lain terjadi pada perusahaan. Sebagian perusahaan akan memulai perang harga selama musim lesu. Para pesaing secara tidak benar berpikir bahwa perusahaan membuang-buang inventaris berlebihan.
Dalam perang harga yang banyak terjadi, perusahaan yang memulai perang harga mendanainya dengan mempertahankan porsi yang menguntungkan dalam bisnisnya - produk menguntungkan mereka tidak ikut serta dalam pengurangan harga.
Inilah sumber arus kas dan laba untuk para penyerang. Jawabannya ialah menyerang sumber arus kas pesaing. Banyak pesaing mungkin tidak terlibat dalam penurunan biaya, alih-alih mereka hanya akan mencoba bertahan dalam perang harga dengan menekankan aspek-aspek non-harga dari produknya seperti kualitas.
Selalu antisipasi perang harga yang bisa muncul kapan saja dan fokuslah pada pengurangan biaya. Perusahaan-perusahana memiliki kendali lebih baik terhadap biaya daripada kontrol terhadap harga, namun banyak juga yang fokus pada harga daripada biaya.
Sebuah contoh strategi perang harga yang baik ialah perusahaan X ialah pembuat peralaytan rumah tangga. Ia meluncurkan perang harga pertama selama musim lesu yang membuat pesaing-pesaing kehilangan kewaspadaan dan akibatnya, banyak yang kurang merespon. Perusahaan X mengunggulkan prosesnya yang efisien dan operasi yang ramping dan cepat. Sejak perang harga pertamanya, Galanz mengadopsi kebijakan penentuan harga di titik impas dari pesaing terdekat. Dalam perang harga berikutnya, ia akan menurunkan harganya di bawah titik impas pesaing yang masih di atas titik impas. (ap)

Peluang Bisnis Kuliner Masih Terbuka Lebar

Friday, 14 March 2014  sekitar sebulan yang lalu   (hits 139)


Sejumlah pelaku bisnis kuliner menyadari perlu melakukan inovasi agar bisa terus menarik pelanggan. Pengalaman berinteraksi dengan konsumen selama bertahun-tahun membuat pedagang berkesimpulan, kesuksesan dalam berkomunikasi dengan pelanggan akan membawa kesuksesan pada bisnis.
Kesimpulan ini salah satunya diakui Presiden Direktur Baba Rafi Enterprise Hendy Setiyono. Hal sederhana yang kami lakukan adalah melalui customer care. Kami selalu me-maintain komplain, sehingga ke depan ada perbaikan yang dilakukan manajemen, kata Hendy.
Baba Rafi Enterprise merupakan pemilik merek Kebab Turki Baba Rafi yang saat ini sudah mempunyai lebih dari 1.000 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia, Malaysia, dan Filipina dan sedang berekspansi ke Belanda, China, Srilanka, Vietnam, dan Brunei Darussalam. Baba Rafi Enterprise juga memegang brand Ayam Bakar Mas Mono yang memiliki lebih dari 50 gerai di Indonesia dan juga sudah berekspansi ke Malaysia.
Merek lain yang juga tergabung dalam Baba Rafi Enterprise adalah Bebek Garang yang memiliki lebih dari 10 outlet di Jabodetabek dan Bandung. Baba Rafi juga memiliki 75 outlet Piramizza. Hendy yakin potensi bisnis kuliner di Indonesia sangat cerah karena pola hidup masyarakat Indonesia yang cenderung konsumtif, dan berwisata kuliner yang semakin membudaya di kalangan masyarakat.
Yang sudah kita bahas sebelumnya, generasi muda kita yang suka mencoba hal-hal baru, terutama dari sisi kuliner juga semakin besar jumlahnya, tambah Hendy.
Di tengah potensi besar itu, Hendy mengatakan, peta persaingan di bisnis kuliner untuk saat ini sangatlah kompetitif. Namun, hadirnya kompetitor bisa semakin memacu kreativitas bisnis. Hendy sudah membuka outlet kebab lebih dari 10 tahun lalu. Awalnya kebab Baba Rafi hanya dijual di pinggir jalan. Seiring dengan adanya fenomena generasi muda yang hobi nongkrong, kini Baba Rafi membuat konsep indoor cafe agar masyarakat bisa menyantap kebab sambil nongkrong dan menikmati fasilitas lain seperti wifi.
Sebagian besar Kebab Baba Rafi masih menggunakan outlet bagi pelanggan yang membeli untuk dibawa pulang. Saat ini Baba Rafi menguasai 88 persen pasar kebab di Indonesia. 12 persen lainnya diperebutkan sekitar 26 kompetitor, jelas Hendy.
Adapun, persaingan bisnis kuliner asli Indonesia seperti ayam bakar dan bebek goreng jauh lebih kompetitif. Para pelaku usaha ditantang menciptakan cita rasa yang unik, pelayanan yang cepat dan ramah, dengan konsep restoran yang nyaman, berbeda dengan usaha kuliner ayam bakar dan bebek goreng yang sudah ada selama ini.
Kuliner asli Indonesia banyak diminati pelaku usaha, baik yang baru mencoba usaha maupun yang sudah berpengalaman. Hendy menuturkan, modal bisnis kuliner cukup besar, terutama bagi yang menggunakan tempat luas seperti toko atau ruko. Untuk membuka warung makan di Jakarta, setidaknya membutuhkan dana Rp1,5 miliar. Angka itu sudah termasuk sewa toko selama dua tahun, biaya interior dan eksterior, gaji karyawan beberapa bulan, hingga biaya izin dan reklame.
Waktu saya buka Mas Mono di Malaysia, biaya yang dihabiskan sekitar Rp3 miliar, papar Hendy.
Bisnis makanan bisa digarap siapa saja, tergantung modal yang dipersiapkan. Di Jakarta umumnya biaya sewa di tempattempat cukup strategis bisa mencapai ratusan juta rupiah per tahun. Contoh lain bisnis kuliner yang cukup maju juga diperlihatkan Ayam Bakar Lala (ABL) yang ada di Jalan Condet Raya, Jakarta Timur. Rumah makan ini menyediakan menu andalan ayam bakar dengan sensasi rasa yang gurih dan nikmat.
Salah satu keunikan ayam bakar ini adalah bumbu yang meresap tidak hanya ke daging, tapi menyusup sampai ke tulang. Tidak mengherankan jika daging bakarnya terasa gurih dengan tulang yang renyah. Menurut pemilik ABL Abdul Gofur, biaya sewa ruko di Condet Raya sekitar Rp45 juta. ABL menempati dua ruko yang berdampingan dengan format lesehan dan pakai meja-kursi.
Saat ini ABL sudah mempunyai tiga cabang dan membuka peluang bisnis kemitraan bagi calon pengusaha yang berminat. ABL telah berdiri lebih dari tujuh tahun lalu. Kami membuka peluang kemitraan, kata Gofur di restorannya.
Perlu biaya sekitar Rp150 juta untuk membuka cabang kemitraan ABL. Uang sebesar itu akan dipergunakan untuk membeli berbagai alat masak, kebutuhan warung, hingga meja kursi, serta dekorasi interior dan eksterior. Angka itu belum termasuk biaya sewa tempat yang besarannya tergantung pasaran di lokasi yang diinginkan. Setiap malam ABL Condet mendapatkan tidak kurang dari Rp5 juta, tambah Gofur.
Kebutuhan makan di luar yang terus menjadi gaya hidup bisa menjadi peluang bagi pelaku atau calon pengusaha kuliner. Mereka bisa memilih, apakah memulai usaha dari nol, atau bermitra dengan pengusaha dengan brand yang sudah dikenal. (okezone.com/bn)

Strategi dan Tips Untuk Mengembangkan Bisnis

Friday, 14 March 2014  sekitar sebulan yang lalu   (hits 194)

Menjadi pebisnis tidaklah mudah. Salah satu bagian yang tersulit yakni memperluas dan mengembangkan bisnis Anda. Berikut ini ada lima cara yang dapat Anda lakukan untuk mengembangkan bisnis sebagaimana dikutip dari Kabar24.
1. Memberikan insentif tambahan kepada karyawan Anda
Karyawan merupakan jantung dari sebuah perusahaan dan mereka harus dapat memberikan keuntungan. Namun jangan jadikan mereka bekerja hanya sebagai mesin bisnis. Anda harus perlu untuk meberikan penghargahaan untuk para karyawan atas jasa mereka, apakah itu dalam bentuk bonus gaji, penanambahan fasilitas, atau waktu cuti.
2. Jaringan melalui klien yang sudah ada dan vendor
Apakah Anda bekerja dengan klien dan vendor, yang telah memberi Anda kesempatan bisnis berulang kali karena mereka menyukai pekerjaan Anda? Maka ambillah kesempatan tersebut untuk mengembangkan bisnis Anda. Minta mereka untuk memberi arahan dan rekomendasi yang akan membantu Anda mendapatkan kesempatan bisnis dari pihak lain.
3. Fokus feedback dari pelanggan
Jawaban sederhana untuk pertanyaan bagaimana untuk mengembangkan bisnis Anda adalah bahwa Anda harus mendengar apa yang terjadi di pasar dan pendapat para pelanggan. Jika pelanggan tidak puas dengan produk atau jasa Anda, ini akan terlihat pada penjualan Anda. Fokus untuk mendengarkan umpan balik tentang bisnis Anda akan memberi Anda wawasan yang luas.
4. Diversifikasi
Banyak bisnis lupa bahwa mereka benar-benar memiliki kemampuan untuk meberikan penambahan produk dan layanan bagi pelanggan, yang sudah setia memakai produk Anda. Untuk memahami bagaimana untuk mengembangkan bisnis Anda, pertimbangkan untuk memilih diversifikasi atau perluasan jenis produk dan layanan. Siapa tahu, ini akan membantu Anda untuk menangkap segmen pasar baru.
5. Meningkatkan pemasaran dan perluas jaringan
Apakah Anda tahu mengapa kebanyakan bisnis tidak pernah belajar bagaimana untuk mengembangkan bisnis mereka? Karena mereka semua hanya peduli dengan penaikan penjualan produk mereka. Pelanggan benci dengan produsen yang tidak memberikan pelayanan pasca mereka membeli produk tersebut. Fokuslah pada membangun hubungan dengan pelanggan Anda, jangan hanya memikirkan bagaimana untuk mendapatkan keuntungan saja. (bn/dari berbagai sumber)

Mantan Sopir Truk Ini Akhirnya Jadi Miliarder

Friday, 14 March 2014  sekitar sebulan yang lalu   (hits 228)

Mantan supir truk ini sekarang menjadi miliarder baru di China. Wong Choihing telah menjadi miliarder karena saham pengembang pusat perdagangan di China, yakni Hydoo International Holding Ltd naik lebih dari 70 persen.
Menurut Bloomberg Billionaires Index, saham yang dimiliki oleh Wong dan keluarganya bernilai lebih dari USD1,1 miliar. Mereka memiliki sekitar 60 persen dari perusahaan tersebut. Walau begitu, nama pria berusia 61 tahun ini tidak pernah muncul di tiap peringkat kekayaan.
Wong, yang akrab disapa Laowu merupakan anak kelima di keluarganya, menjadi sopir truk sebelum ia menjadi seorang pengembang properti komersial pada tahun 1995. Keluarganya, yang terdiri dari sembilan bersaudara, membangun 19 pusat perdagangan di tujuh provinsi di China pada tahun 2010.
"Dia menciptakan sebuah model bisnis yang kuat dan inovatif 20 tahun yang lalu. Dia tinggal dengan itu dan terus menginvestasikan ulang hasil pendapatannya, dan beradaptasi dengan baik terhadap perubahan besar yang terjadi di perekonomian China selama ini," tutur Bankir dari China First Capital, Peter Fuhrman, yang juga merupakan investment banker Wong pada tahun 2010, seperti dikutip Selasa (18/2/2014).
Pusat perdagangan merupakan properti yang menjadi urat nadi utama dari bisnis dan berbagai macam produk yang ditawarkan, termasuk alat-alat listrik, bahan bangunan, furnitur, peralatan rumah tangga, alat elektronik dan produk fashion.
Perusahaan tersebut telah mengembangkan delapan proyek pusat perdagangan di enam provinsi dan daerah otonom di China hingga 31 Juli 2013. Proyeknya sebagian besar berada dalam kawasan yang kurang berkembang, seperti Ganzhou di Provinsi Jiangxi dan Wuzhou di Guangxi Zhuang Autonomous Region.
Hydoo sendiri melakukan initial public offering (IPO) di bursa Hong Kong pada tanggal 31 Oktober tahun lalu. (bn/okezone.com)

Selasa, 15 April 2014

Hunian Ideal Tipe Lavender 38 Timur Cibubur Grup Ciputra -- Top Listing

nama produk
Tipe Lavender 38 Timur Cibubur Grup Ciputra
Monday, 10 February 2014
2 bulan yang lalu
 
Jual
Cibubur
082122789260
Rp. 237.061.000
2224 views
Poin 3
Rating produk ini  (2 vote)
Harga termasuk BPHTP, AJB, BBN

Lokasi terletak di Timur Cibubur Perumahan Citra Indah Ciputra,
Fasilitas lengkap :

Call : WIJAYA HANS 081222789260  PIN BB : 2316DE3C http://citraindah.net 

Tinggalkan Pekerjaan Jadi Karyawan, Kini Sukses Berbisnis Bunga

Thursday, 13 March 2014  sekitar sebulan yang lalu   (hits 114)

Hidayat Maulana, tidak pernah membayangkan akan menjadi seorang florist. Namun, keputusan meninggalkan pekerjaan sebagai karyawan perusahaan bagian pemasaran internet tidak disesalinya. Hidayat justru berhasil mengumpulkan pundi-pundi rupiah dari bisnis toko bunga.

Hidayat menuturkan bahwa sebelumnya ia tidak ada pengetahuan mendasar tentang bunga, baik ragam maupun penjualan. Namun, dia memutuskan untuk mulai mempelajari bisnis ini pada 2009 melalui orang yang sudah berpengalaman.
"Saat itu, saya menerima order, lalu memberikannya kepada perajin. Saya dapat komisi," ujar Hidayat seperti dilansir VIVAnews.

Hidayat mengaku tidak pernah berpikir bisa terjun dalam bisnis ini. Setelah mencicipi bisnis ini dan melihat prospek yang cukup cerah, akhirnya pria kelahiran Bukittinggi ini berani membuka toko bunga pada 2011.
Toko Bunga Cantik yang dikelola Hidayat membutuhkan Rp5 juta untuk modal awal. "Waktu itu, saya dapat 29 pesanan bunga sekitar Desember 2010 hingga Januari 2011," kata dia.

Bisnis bunga, menurut Hidayat, memang menggiurkan. Karena sifatnya yang selalu "hidup". Setiap upacara terkait fase kehidupan manusia memerlukan bunga, mulai dari kelahiran hingga kematian.
"Waktu ada bayi lahir, ada bunga sebagai ucapan selamat kelahiran. Ada bunga selamat ulang tahun. Bunga saat wisuda. Bunga saat pernikahan. Bahkan, saat meninggal pun diberi bunga," kata dia.

Kini, Toko Bunga Cantik itu mempekerjakan 19 orang karyawan dengan spesifikasi antara lain kurir, tukang bunga, karyawan administrasi, customer service, dan marketing.

Usaha yang dikelola Hidayat ini mendapat pasokan bunga dari berbagai tempat. Antara lain Cipanas, Lembang, Bandung, dan Malang. Bahkan, untuk bunga tulip, pasokannya didatangkan dari Belanda.

Bisnis ini meliputi penjualan karangan bunga, hand bouquet, dan bunga meja. Bunganya pun bervariasi. Mulai dari bunga lokal seperti mawar, matahari, gerbera, hingga bunga impor seperti  lili dan mawar hitam.
Soal harga, ia membanderol satu papan karangan bunga hingga Rp5 juta. Untuk serangkaian bunga meja harganya paling murah Rp250 ribu, terdiri atas 10-20 batang tangkai bunga. Namun, jika rangkaian bunga impor, harganya bisa mencapai Rp1-3 juta.
"Bunga yang paling banyak diminati itu bunga krisan, lili, gerbera, tulip, matahari, dan mawar," kata dia.

Namun, lulusan D-3 akuntansi pajak ini enggan membeberkan omzet bisnisnya itu. Yang jelas, cukup untuk jalan-jalan keluar negeri dan menghidupi tiga orang anak, kata Hidayat.

Hidayat menyebutkan, pesanan bunga dari pembeli itu bervariasi, seperti karangan bunga untuk ucapan pelantikan pejabat dan peresmian kantor baru. Sementara itu, bunga meja untuk keperluan pernikahan, ucapan selamat ulang tahun, dan perkawinan.
"Karena saya bukan ahlinya, saya kurang paham. Tapi, prosesnya lumayan lama sekitar 2-3 jam untuk membuat karangan bunga. Kami menempelkan bambu dengan styrofoam, lalu diberi lapisan kain foam, selanjutnya diberi bunga," kata Hidayat.

Hidayat mengaku pernah mengalami kesulitan saat mendapat pesanan rangkaian bunga mawar hitam. Karena, mawar hitam termasuk bunga yang langka di pasar, apalagi termasuk jenis bunga impor. Itu pun terbatas. Sekali impor, hanya mendapatkan sepuluh tangkai.

Karena langka, Hidayat memberikan penjelasan kepada pembeli tentang harga mawar hitam. Harganya pun cukup fantastis, yaitu Rp1 juta untuk sepuluh tangkai. "Biasanya pembeli kaget. Dikiranya harganya sama saja dengan mawar biasa," kata dia.

Tantangan bisnis toko bunga, menurut Hidayat, adalah selalu berpacu dengan waktu ketika menerima pesanan. "Harus cepat. Kalau tidak, pembeli bisa pindah ke tempat lain," kata lulusan Universitas Trisakti ini.
Meskipun menggiurkan, Hidayat mengatakan bahwa bisnisnya pun tidak luput dari pasang surut. Pria kelahiran 1980 ini mencermati bahwa bisnis ini kurang laku ketika bulan puasa. Justru penjualannya lebih laris pada akhir tahun dan Lebaran Haji.

Hidayat mengatakan bahwa kembang-kembangnya sudah banyak dipesan dari dalam maupun luar negeri, seperti Amerika, Inggris, Eropa, Singapura, dan India. Karena bunga tidak tahan lama --misalnya bunga mawar yang hanya tahan 2-3 hari, Hidayat menjalin hubungan kerja dengan penjual toko bunga di berbagai tempat, misalnya Yogyakarta, Papua, dan Padang.
"Kalau di Jabodetabek, kami yang bermain. Kalau di Papua, ada di Jayapura. Tapi, kalau di Biak, ya, tidak ada. Susah," kata dia.

Hidayat telah membuat situs www.tokobungacantik.com sebagai sarana pemasaran online. "Semua orang butuh cepat. Jadi, kalau sedang sibuk dan ingin memesan bunga, tidak harus membuka-buka katalog bunga," kata dia.

Dengan mengakses internet, pemesanan bisa langsung dilakukan. "Semuanya ada di situs, termasuk cara memesannya," kata dia.
Toko Bunga Cantik milik Hidayat berlokasi di Jalan Berdikari Nomor 37, Rawabelong, Jakarta Barat. Pemesanan juga bisa melalui telepon (021) 91579440 atau via email di order@tokobungacantik.com. (as)