Selasa, 23 April 2013

Peluang Cantik Bisnis Salon Kecantikan

Senin, 19 November 2012 - 09:08:16 WIB
artikel-bisnis Peluang Cantik Bisnis Salon Kecantikan
Diposting oleh : arnandadanu    - Dibaca: 552 kali

salon_kecantikan
Menjadi cantik adalah impian semua perempuan. Tak heran, kaum hawa ini sangat senang merawat tubuhnya. Mulai rambut, wajah, hingga kulit tubuh tak luput dari perhatian mereka.

Demi mendapatkan perawatan maksimal, banyak perempuan mendatangi salon perawatan tubuh. Peluang itu juga yang ditangkap Salon Le Princesse di Bandung, Jawa Barat.

Untuk mengembangkan usahanya, salon yang berdiri pada 2011 ini resmi menawarkan kemitraan pada Januari 2012. Salon Le Princesse berada di bawah manajemen PT Bandung Era Sentra Waralaba (Best Waralaba).

Reno Syafrudin, Executive Marketing PT Best Waralaba, mengatakan, saat ini Le Princesse belum memiliki mitra. Namun, “Kami sedang dalam proses menjalin kemitraan dengan dua pihak di Jakarta dan Medan,” ujarnya.

Le Princesse menawarkan beragam program perawatan rambut dan kecantikan, di antaranya jasa potong rambut, pewarnaan rambut, spa rambut, creambath, dan pelurusan rambut atau smoothing.

Selain perawatan rambut, salon ini juga menyediakan layanan perawatan wajah seperti facial. Lalu ada juga perawatan kuku, seperti manicure, pedicure, dan refleksi kaki.

Tarif perawatan di salon ini mulai Rp 80.000 hingga Rp 5 juta untuk full face and body treatment. "Produk perawatan rambut yang mereka pakai merupakan produk merek terkenal yang telah teruji kualitasnya," kata Reno.

Salon Le Princesse buka setiap hari sejak pukul sembilan pagi hingga pukul tujuh malam. Menurut Reno, awalnya salon Le Princesse ini didirikan atas permintaan rekan-rekan sang pemilik, Putri Aluwi.

Namun, konsep salonnya bukan sekadar menyediakan perawatan yang bagus. "Tapi juga disertai atmosfer yang membuat para pelanggan merasa nyaman," ujar Reno.

Meski menyasar kaum hawa, salon ini juga terbuka bagi pelanggan pria. Mereka bisa memanfaatkan berbagai bentuk perawatan, seperti refleksi kaki dan pewarnaan rambut.

Dalam kerjasama kemitraan ini, Le Princesse menawarkan dua paket investasi. Pertama, paket dengan biaya investasi Rp 225 juta. Dalam paket ini, mitra harus menyiapkan tempat salon seluas 40 meter persegi. Reno menjanjikan, omzet mitra sebesar Rp 60 juta per bulan.

Dengan laba bersih 40, mitra bisa balik modal setelah 18 bulan beroperasi. Kedua, paket dengan biaya investasi Rp 325 juta. Luas tempatnya sekitar 80 meter persegi.

Untuk paket ini, estimasi omzetnya mencapai Rp 120 juta per bulan dengan laba bersih 40%. “Mitra yang mengambil paket bisa balik modal dalam waktu sekitar 15 bulan,” kata dia.

Dari masing-masing paket, mitra akan mendapatkan sejumlah fasilitas, di antaranya renovasi ruangan, promosi, peralatan salon lengkap, bahan baku, serta rekrutmen dan pelatihan karyawan. Yang membedakan kedua paket hanyalah kapasitas

salon. Le Princesse juga memungut biaya royalti sebesar 5% dari omzet saban bulan. Menurut Reno, lokasi sangat mempengaruhi perolehan omzet mitra. Makanya, lokasi salon harus berada di tempat strategis. Tujuannya, agar target omzet dan balik modal bisa tercapai.

Pusat salon Le Princess sendiri berada di Jalan Cihampelas yang merupakan pusat wisata fesyen dan kuliner di Kota Paris van Java itu.

Konsultan wirausaha, Khoerussalim Ikhsan menilai salon Le Princesse terlalu dini menawarkan program kemitraan lantaran usia bisnisnya belum sampai dua tahun.

Ia menyarankan Le Princesse membuka cabang sendiri dulu guna membuktikan bahwa pengelolaan salon kecantikan ini memang menguntungkan.

Jika memang sudah teruji, barulah ia bisa mencari mitra untuk mendukung usahanya. Lantaran usianya yang masih muda, Salim menyarankan salon ini menunda program kemitraan hingga beberapa tahun ke depan sambil terus menambah cabang sendiri. “Saran saya, jangan terburu nafsu mencari investasi di luar. Lebih baik membuka cabang sendiri dulu,” katanya. (*kontan.co.id)

'Peluang Cantik Bisnis Salon Kecantikan':

Artikel Bisnis Lainnya
  • Menjajaki Peluang Bisnis Bangi Kopitiam Bisnis kuliner terus berkembang. Setiap saat ada saja pemain baru meramaikan bisnis ini. Bahkan, tak sedikit pemain asing turut meramaikannya. Banyak dari mereka juga gencar menawarkan waralaba atau kemitraan. Salah satunya adalah Bangi Kopitiam asal Malaysia. Usaha yang berdiri tahun ... Artikel Bisnis

  • Seberapa Sehat Keuanganmu? Sudah 90 hari sejak tahun baru, apa saja yang telah Anda lakukan untuk keuangan Anda? Mengevaluasi kesehatan keuangan adalah hal paling mendasar yang wajib Anda lakukan sebelum mulai berinvestasi. Seseorang yang sehat secara finansial, umumnya tahu kondisi aset dan utangnya, mampu ... Artikel Bisnis

  • Mengubah Cara Berbisnis Apakah untuk berbisnis harus dengan cara membuka usaha baru, merawatnya dengan telaten sampai ia menghasilkan profit besar? Apakah untuk menghasilkan perusahaan yang memukau mesti dengan modal spektakuler? Pertanyaan ini kerap bergelayut di benak para usahawan muda Indonesia. Ini pula ... Artikel Bisnis

  • 10 Teknik Penjualan Paling Buruk Ada 10 teknik penjualan paling buruk yang pernah dilakukan, yaitu sebagai berikut : 1. Membandingkan Produk Kita sering menemukan ketika akan memesan sebuah produk, kita sering disuguhkan dengan kata kata "Kami Adalah Yang Terbaik ". Silahkan anda bandingkan dengan ... Artikel Bisnis

  • 3 Hal Utama yang Wajib Diketahui Pebisnis Online Peluang bisnis paling baru, paling besar, paling misterius, paling tidak dipahami tapi paling menjanjikan adalah peluang yang ditawarkan oleh internet. Setiap hari, bisnis internet semakin besar, semakin baik dan semakin membantu marketer dan konsumen. Tetapi, bagi siapa saja yang ... Artikel Bisnis


Jual Beli Online

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar